Lada pernah menjadi salah satu komoditas unggul di Sumatera Selatan sejak masa Sriwijaya. Puncaknya terjadi di masa Kesultanan Palembang Darussalam. Namun, karena persaingan dengan komoditas lain yang dinilai lebih ekonomis, lambat laun lada ditinggalkan petani. Kendati demikian, ada sebagian petani yang mempertahankannya sebagai tumpuan ekonomi, seperti di sekitar Danau Ranau, Ogan Komering Ulu Selatan.

Anda harus memiliki akun dan berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas untuk melanjutkan membaca. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses ke semua berita bebas akses selama 7 hari!